ZEGEN ARTICLE
RECENT ARTICLE

Mitos dan Fakta Kafein
Senin, 26 September 2016

7 Mitos dan Fakta Mengenai Kafein

 

7 Mitos dan Fakta Mengenai Kafein

Apakah anda sering mendengar kata kafein? Ya, kita mengenal kafein sebagai komponen utama kopi. Namun sebenarnya kafein tidak hanya ditemukan pada kopi. Zat alkaloid ini juga dapat ditemukan pada kacang kola, teh, dan juga biji kakao. Setelah diolah dari sumbernya, kandungan kafein dalam makanan yang kita konsumsi dapat beragam, bisa sebesar 160 mg  dalam minuman kemasan berenergi dan  hanya sebesar 4 mg pada 1 ons sirup rasa coklat. Kafein juga dapat ditemukan dalam kandungan obat nyeri, obat flu, dan obat diet. Kandungan kafein pada obat-obat tersebut bervariasi dari 16 mg-200 mg. Kafein memiliki efek penghilang nyeri tingkat ringan, dan mampu meningkatkan efektivitas kandungan obat penghilang nyeri lainnya.

Terdapat beberapa kepercayaan yang berkembang mengenai kafein di dalam masyarakat. Ada yang menganggap kafein baik untuk kesehatan, dan ada yang justru menghindarinya. Mitos tersebut kemudian diuji kebenarannya dengan penelitian medis untuk memperoleh fakta yang sebenarnya. Apa saja fakta-fakta itu?

Mitos #1 : Kafein menyebabkan ketergantungan
Faktanya adalah hal ini ada benarnya. Kafein merupakan zat perangsang bagi sistem saraf pusat dan apabila dikonsumsi secara terus menerus dan berlangsung lama dapat menyebabkan kecanduan ringan. Jika konsumsi kafein dihentikan secara mendadak mungkin anda akan merasakan efek withdrawal seperti sakit kepala, rasa lelah, gelisah, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi. Gejala ini berlangsung selama sehari atau lebih.  Namun, kecanduan kafein tidak mengancam secara fisik, sosial, ekonomi maupun kesehatan seperti halnya kecanduan pada obat terlarang,  sehingga menurut para ahli kecanduan kafein bukan merupakan hal yang perlu dikhawatirkan.

Mitos #2:  Kafein dapat menyebabkan insomnia
Hal ini sangat bergantung pada kemampuan tubuh menyerap dan memetabolisme kafein.  Secara umum tubuh menyerap dan memetabolisme kafein dengan cepat, dalam waktu 5- 7 jam hanya tersisa 50% kafein di dalam tubuh.  Konsumsi kafein tidak mengganggu tidur jika dikonsumsi 6 jam sebelum waktu tidur yang diinginkan. Namun bagi sebagian orang yang sensitif, konsumsi kafein mungkin mengganggu tidur dan juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada saluran cerna.

Mitos #3: Kafein dapat meningkatkan  risiko gangguan jantung
Peningkatan sedikit pada frekuensi detak jantung dan tekanan darah merupakan hal yang wajar bagi orang yang sensitif dengan kafein. Namun sejumlah penelitian besar tidak menemukan hubungan antara konsumsi kafein dengan denyut jantung yang tidak teratur, peningkatan jumlah kolesterol, maupun peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler. Namun, apabila anda sudah memiliki tekanan darah tinggi, gangguan jantung ataupun risiko stroke, sebaiknya jumlah konsumsi kopi dibicarakan dengan dokter anda, karena bisa jadi anda menjadi lebih sensitif pada efek kopi.

Mitos #4 : Kafein berbahaya bagi wanita yang ingin hamil
Sejumlah penelitian tidak menemukan kaitan antara konsumsi satu cangkir kopi perhari dengan gangguan pembuahan, keguguran, cacat bawaan dan kelahiran prematur ataupun rendahnya angka kelahiran. Namun para peneliti menyarankan konsumsi kafein kurang dari 200 mg/hari bagi wanita yang ingin atau sedang hamil. Hal ini didasarkan oleh sebuah penelitian yang menyebutkan konsumsi kafein >200 mg dapat meningkatkan risiko keguguran.

Mitos #5: Kafein menimbulkan dehidrasi
Kafein merupakan diuretik ringan yang menyebabkan pengkonsumsinya ingin berkemih. Namun, cairan yang dikonsumsi, misalnya kopi, seringkali bisa menggantikan jumlah cairan yang dikeluarkan saat berkemih. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah sedang tidak menyebabkan dehidrasi.

Mitos #6: Kafein dapat menyebabkan kanker
Berdasarkan 13 penelitian yang melibatkan 20.000 orang membuktikan bahwa tidak ditemukan hubungan sebab akibat antara kejadian kanker dan konsumsi kopi. Justru beberapa penelitian membuktikan bahwa kopi memiliki efek protektif pada jenis kanker tertentu.

Mitos #7:  Kafein tidak memiliki manfaat medis

Beberapa bukti menyatakan kafein bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian mengungkap bahwa kafein bisa menurunkan risiko penyakit  Parkinson, Alzheimer, Diabetes Tipe II, gangguan hati, dimensia dan kanker usus besar. Selain itu, sedikit dosis kafein bisa membuat Anda lebih berenergi dan lebih waspada