ZEGEN ARTICLE
RECENT ARTICLE

Mengenal Nyeri Haid
Senin, 26 September 2016

Mengenal Nyeri Haid

 

Mengenal Nyeri Haid, Kapan Kita Harus Waspada ?

 

Nyeri haid merupakan sesuatu yang sering dirasakan selama periode menstruasi.  Lebih dari setengah populasi wanita akan mengalami nyeri haid selama 1-2 hari setiap bulannya. Sekitar 15% diantaranya akan mengalami nyeri haid yang sangat hebat. Nyeri haid biasanya dirasakan beberapa waktu sebelum menstruasi,  dan akan terasa puncaknya setelah 24 jam. Setelah 1-2 hari, nyeri ini biasanya akan mereda.  Nyeri haid paling umum terjadi pada usia remaja, terutama pada dua tahun pertama sejak haid pertama kali.  Nyeri ini biasanya akan berkurang seiring wanita bertambah usia dan setelah melahirkan.

Banjir Prostaglandin

Selama menstruasi, rahim akan berkontraksi untuk mengeluarkan darah dari dinding rahim. Kontraksi ini diatur oleh zat mirip hormon yang bernama prostaglandin. Prostaglandin memiliki fungsi yang berbeda-beda, tergantung dimana ia diproduksi. Pada jaringan yang mengalami kerusakan atau infeksi, prostaglandin bekerja sebagai mediator peradangan yang menyebabkan rasa nyeri, kemerahan, dan demam sebagai bagian dari proses penyembuhan. Jika diproduksi pada pembuluh darah yang terluka, prostaglandin akan menyebabkan pembuluh darah berkontraksi dan menyempit sehingga mengurangi jumlah darah yang hilang.

Sementara jika diproduksi di rahim, prostaglandin akan menyebabkan kontraksi. Kontraksi ini merupakan proses yang diperlukan pada saat seorang wanita harus mengeluarkan bayi saat melahirkan dan mengeluarkan darah saat menstruasi.

Pada kondisi dimana produksi prostaglandin berlebih,  dinding rahim menjadi kencang lebih lama, pembuluh darah tertekan dan menyebabkan oksigen tidak sampai pada jaringan. Rasa nyeri merupakan suatu sinyal yang dikirimkan bagian tubuh untuk memberi tahu bahwa jaringan mengalami kekurangan oksigen. Akibat proses kontraksi, lapisan dinding rahim akan luruh dan dikeluarkan lewat leher rahim. Apabila seorang wanita memiliki saluran leher rahim yang sempit, akan memperbesar rasa nyeri yang dirasakan karena rahim akan berusaha berkontraksi lebih kuat untuk mengeluarkan darah menstruasi. Sementara apabila seorang wanita telah hamil dan melahirkan, dinding rahim dan saluran leher rahim akan melebar, hal ini menjelaskan mengapa nyeri haid lebih jarang ditemukan pada wanita yang sudah pernah melahirkan.

Kapan nyeri  haid disebut abnormal?

Nyeri haid yang terjadi akibat produksi prostaglandin saja dikenal dalam istilah kedokteran sebagai sebagai  dysmenorrhea primer. Sementara nyeri haid yang disebabkan oleh adanya suatu penyakit, dikenal dengan istilah dysmenorrhea sekunder.

Dysmenorrhea sekunder salah satunya ditandai dengan nyeri haid berat. Nyeri ini bisa sedemikian hebatnya, bahkan dapat menyebabkan seorang wanita hampir pingsan dan harus dibawa ke UGD untuk mendapatkan suntikan anti nyeri. Apabila ditemukan kondisi seperti ini, sebaiknya wanita tersebut menjadi waspada dan memeriksakan diri ke dokter untuk mencari adanya keadaan-keadaan tidak normal seperti: endometriosis, tumor pada rahim, atau infeksi pada rongga panggul.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri haid?

Berikut ini adalah beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri haid yang dirasakan :
  • Berolahraga
Olahraga aerobik seperti berjalan, jogging, bersepeda, berenang direkomendasikan untuk mengurangi haid. Olahraga akan menyebabkan produksi endorphin, sebuah senyawa yang memiliki efek anti nyeri.
  • Air hangat
Cobalah untuk mandi air hangat, atau menempelkan botol berisi air hangat pada perut bagian bawah.
  • Memijat
Cobalah memijat lembut secara memutar pada bagian bawah perut. Pijatan ini akan menimbulkan rasa nyaman dan menyebabkan seseorang melupakan rasa nyeri yang sebelumnya dirasakan.
  • Kalsium
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa suplementasi nutrisi tinggi kalsium mungkin dapat meredakan nyeri yang dirasakan karena nyeri haid.  Asupan kalsium bisa anda dapatkan dari bayam, spirulina, klorella, daun gandum, lidah buaya, kacang-kacangan, dan sebagainya.
  • Asam lemak Omega-3
Studi telah menemukan bahwa omega 3 memiliki sifat anti inflamasi, yang bisa membantu untuk menenangkan nyeri haid.  Selain itu, biasanya wanita yang dalam masa menstruasi mengalami penurunan mood dan lebih emosional. Omega-3 terbukti bisa membantu mengontrol fluktuasi hormonal dan menstabilkan suasana hati (diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychiatry).  Meningkatkan asupan omega-3 diantaranya dengan konsumsi Zevo gamat dan Zmooth.
  • Aromaterapi
Sebuah penelitian di Korea menyebutkan bahwa aroma mawar, lavender, dan minyak sage dapat mengurangi rasa nyeri haid.
  • Akupuntur
Dua buah penelitian membuktikan bahwa akupuntur dapat meringankan nyeri haid. Melakukan akupuntur sebanyak 15 kali dalam periode 3 bulan terbukti menurunkan nyeri haid berat yang sebelumnya dirasakan oleh para responden penelitian.
  • Pembalut berkualitas
Bijak memilih pembalut saat menstruasi ternyata bisa menjadi salah satu solusi.  Pembalut terkini seperti Z-CARE dengan chip anion dan magnetic-nya membantu anda melepaskan rasa nyeri yang biasanya datang pada hari-hari awal menstruasi.